PHR Note
Welcome, Friends!

Hai! Selamat datang di PHR Note! Selamat berjalan-jalan^^


Entries About Linkies Stuff


Free Talk

Put Your Link correctly
No Harsh words allowed here.
Request Tutorial Allowed
Click 'go' and start!

Your cbox code here!

Credits

Template: Pingkan Samara
Basecodes: Yaya
Icon: Faradina
Others: ME


Secret #3

Tittle : Secret #3
Original Story by PHR
Genre : Mystery, Adventure, and other 

Menyusuri jalan ini. Kabut tebal menutupi jalan. Rumah-rumah yang ada di jalan itu tampak tidak berpenghuni. Aku berjalan dan terus berjalan. Tiba-tiba...
"Hei nak!" seru seseorang. Aku menoleh secara perlahan. Jantungku berdegub kencang. Ternyata hanya seorang satpam. "Sedang apa kamu di sini? Apa jangan-jangan kamu... penjahat?" tanya satpam itu mendekat. "Eh, saya orang baik kok pak. Saya tidak tahu kenapa saya disini, tadi saya sedang tidur. Oh ya! Ini pasti mimpi," jawabku. Aku mencubit lenganku sendiri, aww... sakit! "Pasti karena memori kelam itu, Rumah kamu di mana?" tanya satpam itu. Kali ini nadanya ramah. "Rumah saya di Arthec Palace, Middle Chlanz.." jawabku. Satpam itu terdikit kaget mendengar jawabanku. "Middle Chlanz? Kamu pasti ada kaitannya dengan Mrs.Murder," ucap Satpam itu. "Yasudah ayo ikut saya ke kantor keamanan,". Kami menyusuri jalan berkabut itu. Hingga akhirnya....
---
"Emily! Bangun!" seru Alexa. Aku membuka mataku perlahan. Ternyata mimpi. Tapi, saat aku mencubit diriku tadi terasa sakit. Jangan-jangan...
"Hah? Ada apa?" tanyaku. Alexa menghembuskan nafas panjang. "Mom, Emily tidak ikut ke rumah Aunt Zoë!" teriak Alexa. Aku memukul pundaknya. "Bohong Mom! Dia pembohong!" aku berteriak sangat keras. Hingga Dad yang sedang memanaskan mesin mobil di halaman kaget. "Alexa, Emily. Jangan bertengkar!" lerai Mom. "Kalian sudah siap? Kalau begitu masuk ke mobil," perintah Mom. Alexa berjalan mendahuluiku. "Mom, aku kan belum berkemas..." ucapku pelan. "Tenang, tadi sudah Mom kemasi," hibur Mom. Aku mengucap terima kasih kepada Mom lalu masuk ke mobil. Kami mulai meluncur ke jalanan kota Chlanz yang penuh sesak. Aku membuka kaca mobil dan memandang kegiatan penduduk kota. Lama-lama aku merasa mengantuk dan tidur.
---
"Hei nak! Sadarlah!" seseorang menggoyang pundakku. Aku membuka mataku, ternyata satpam tadi. "Dimana saya?" tanyaku. "Kamu ada di kantor keamanan Old Chlanz," jawab satpam itu. Aku melihat sekelilingku. Hei, tunggu sebentar... Sepertinya aku baru saja melihat....
To Be Continue~

Secret #2

Tittle : Secret #2
Original Story by PHR
Genre : Mystery, Adventure, and other 

Muncul kembali sosok seperti Grandma Rose, kali ini sosok itu bersimbah darah.
"G..grandma? Kenapa grandma berdarah? Apa grandma terluka?" tanyaku ketakutan. Grandma Rose menatap tajam ke arahku, lama sekali.
"Diam!" bentak Grandma Rose. Aku terdiam. Keringat dingin mulai menetes.
"Di mana Grandpa-mu?!" tanya Grandma Rose.
Aku memejamkan mata, aku tidak ingin menatap mata sendu Grandma yang menyeramkan.
"Em tidak tahu, Grandma. Kenapa tidak tanya ke Aunt Claire?" jawabku. Grandma menggeleng cepat lalu berjalan pergi. Aku mencari-cari Grandma, namun sudah tidak ada lagi. Dunia kembali berputar...
---
"Em, kenapa?" tanya Dad khawatir.
"Mm.. tidak papa, Dad. Em hanya kaget, telinga Em berdengung," jawabku berbohong. Mom meniup telingaku.
"Sudah Mom. Sudah baikan, kok," ucapku. Mom mengusap kepalaku lembut, lalu duduk di hadapanku. Aku melahap jatah sarapanku dengan cepat, aku ingin tidur sejenak.
"Mom, Em akan tidur sejenak. Rasanya pusing sekali," pamitku. Mom mengangguk lalu menyuruhku berbaring di sofa-bed.  Aku kembali terlelap.
---
Nechles Chlanz Street
Papan jalan terpampang di ujung jalan. Aku menunjukan air muka bingung. Kenapa aku bisa berada di sini? Apa ini ada kaitannya dengan Grandma? Kalau begitu, aku akan...
Menyusuri jalan ini. Kabut tebal menutupi jalan. Rumah-rumah yang ada di jalan itu tampak tidak berpenghuni. Aku berjalan dan terus berjalan. Tiba-tiba...
"Hei, Nak!" seru seseorang. Aku menoleh secara perlahan. Jantungku berdegub kencang. Ternyata hanya seorang satpam.
"Sedang apa kamu di sini? Apa jangan-jangan kamu... penjahat?" tanya satpam itu mendekat.
"Eh, saya orang baik, kok, Pak. Saya tidak tahu kenapa saya disini, tadi saya sedang tidur. Oh ya! Ini pasti mimpi," jawabku. Aku mencubit lenganku sendiri, aww... sakit!
"Pasti karena memori kelam itu, Rumah kamu di mana?" tanya satpam itu. Kali ini nadanya ramah.
"Rumah saya di Arthec Palace, Middle Chlanz," jawabku. Satpam itu terdikit kaget mendengar jawabanku.
"Middle Chlanz? Kamu pasti ada kaitannya dengan Mrs.Murder," ucap satpam itu.
"Ya sudah ayo ikut saya ke kantor keamanan,". Kami menyusuri jalan berkabut itu. Hingga akhirnya....
To Be Continue~

Secret #1


Tittle : Secret #1
Original Story by PHR
Genre : Mystery, Adventure, and other
 

Gemuruh petir terdengar menakutkan. Angin bertiup kencang, menimbulkan suara gemersak semak-semak ikut membuat suasana menjadi horror.  Hujan lebat turun ke bumi.
Aku dan Alexa, kakakku, tengah menghangatkan diri di depan perapian. Di meja kopi terdapat dua mug berisi cokelat panas buatan Alexa. Mom dan Dad sedang lembur di kantor. Hal yang sudah biasa bagi kami. Aku dan Alexa melakukan kegiatan tersendiri. Aku membaca novel dan Alexa... ia asyik memandangi kuku jarinya yang berkilau.
"Lex, aku lapar. Bisa buatkan sedikit makanan?" pintaku. Alexa merasa terganggu, ia berang.
"Oke, akan kubuat mini cupcake  untuk camilan," ucapnya berang. Alexa pergi ke dapur. Sementara Alexa membuat makanan, aku kembali larut dalam novel yang tengah kubaca. Tak lama kemudian, Alexa datang sambil membawa piring berisi beberapa mini cupcake. Aku mulai melahapnya.
"Bagaimana? Sudah tidak lapar?" tanya Alexa dengan nada menyidir.
"Lumayan, tapi terlalu sedikit," jawabku usil. Alexa memukul pundakku pelan. Brakk... terdengar bunyi benda dibanting. Aku dan Alexa terlonjak kaget. Bunyi apa itu? tanyaku dalam hati.
Krieekk... pintu kamar Grandma Rose terbuka. Jantungku berdebar tak karuan. Alexa menyuruhku melihatnya. Dan impossible!  Aku melihat sosok mirip Grandma Rose membuka lemari antik yang sudah bertahun-tahun tidak di buka. Ada sesuatu yang dicarinya. Aku menelan ludah, aku sangat ketakutan. Tiba-tiba pandangan Grandma Rose mengarah kepadaku. Matanya bewarna abu-abu pucat, tatapannya sendu.
"Grandma?" panggilku lirih. Aku berjalan mendekati Grandma Rose, seakan-akan aku terhipnotis.
"Di mana Grandpa-mu?" tanya Grandma Rose dengan nada marah.
"Err.. Emily tidak tahu... Bukannya Grandpa pergi ke luar negeri dengan keluarga Aunt Claire?" jawabku ragu-ragu. Grandma Rose mencengkeram sweeterku, aku berusaha melepaskan.
"Bohong! Aku sudah menyimpan mayatnya!" seru Grandma Rose keras. Ia mengamuk. Tangan Grandma Rose sangat dingin, kulitnya pucat.
"A..apa maksud Grandma dengan 'mayatnya' ?" tanyaku. Grandma Rose menatapku tajam lalu melepaskan cengkeramannya. Grandma berjalan ke arah jendela, menatap ke luar jendela. Aku melihat Grandma memakan sesuatu seperti.... daging. Mana mungkin Grandma bisa makan daging? Umurnya sudah 78 tahun! Lalu, semuanya menjadi gelap.
---
"Emily...," samar-samar kudengar suara Mom. Aku melihat cahaya yang sangat terang. Lama-lama, cahaya itu hilang dan tampak wajah Mom,Dad dan Alexa.
"Mom," ucapku lirih.
"Kamu sudah sadar, sayang? Untunglah!" ujar Mom tersenyum. Aku membalas senyum Mom.
"Aku di mana?" tanyaku.
"Semalam kamu pingsan di kamar Grandma," jawab Alexa. Tiba-tiba aku teringat kejadian tadi malam. Aku menempis ingatan berhantu itu.
"Ya sudah, sekarang kita sarapan dulu, ya! Mom sudah membuat sushi kesukaan Emily," kata Mom. Aku segera bangkit dari ranjang. Sejenak, aku memandang ke arah jendela. Tampak wajah Grandma Rose menyeringai. Begitu menyeramkan! Aku berkedip dan kembali memandang jendela. Tidak ada. Ternyata hanya halusinasi.
"Hari ini Mom dan Dad cuti, nanti kita harus ke rumah Aunt Zoë. Ada acara kumpul keluarga," jelas Mom saat sarapan. Aku hanya diam. Where are your Grandpa... suara Grandma terdengar lagi. Aku menutup telinga. Semua menjadi gelap. Aku masih mendengar suara itu. Dan...
To Be Continue~